R80 babak baru penerbangan Indonesia

Penerbangan Indonesia

R80 babak baru penerbangan Indonesia

Andai saja krisis moneter 1996-1998 tidak melanda Indonesia tentu saat ini Indonesia akan menjadi raksasa baru dalam industri penerbangan Indonesia. Krisis moneter  tahun 1996-1998 yang penuh dengan intrik politik persaingan bisnis penerbangan dunia telah membenamkan PT. IPTN (sekarang PT.DI) ke dasar yang sedalam-dalamnya. Persyaratan IMF (Bank Pelecit dunia) yang aneh dan tidak masuk akal dalam memberikan pinjaman ke Indonesia merupakan salah satu indikator bahwa Dunia tidak ingin Indonesia berjaya dan menguasai ilmu penerbangan.

Artikel terkait: Tips Cantik ala pramugari

Namun pukulan ini tidak bisa membuat anak-anak Indonesia KO dan tidak bisa bangkit lagi. Justru pukulan tersebut membuat anak-anak Indonesia semakin prihatin dan mawas diri serta mengerti tentang posisi dan pentingnya Indonesia di percaturan Dunia. Ambruknya PT. IPTN membuat ratusan ahli dan tekhnisi penerbangan indonesia  berpindah dan menyebar ke semua Perusahaan penerbangan Dunia. Untuk beberapa tahun lamanya ini membuat penerbangan di Indonesia merana dan sakit-sakitan.

Akan tetapi pelan tapi pasti, 20 tahun berlalu dan dengan semangat nasionalisme yang membara PT. IPTN atau PT> DI kembali bangkit. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang membela perusahaan-perusahaan penting negara semakin membuat PT.DI bernafas lega. Di awali dengan kepercayaan perusahaan penerbangan dunia yang menjalin kerja sama dengan PT DI, Perusahaan ini mulai bangkit dari keterpurukan. Puluhan ahli yang bekerja di luar negeri di panggil kembali. Hasilnya adalah terciptanya hasil karya anak bangsa yaitu pesawat N219.



R80 Pesawat buatan swasta Pertama Indonesia

Artikel Lainnya: Jenis pesawat yang dimiliki maskapai Indonesia

Sepertinya kemajuan dirgantara Indonesia tidak bisa di bendung lagi. Dari sisi swasta perusahaan pembuat pesawat swasta mulai bermunculan. PT. Regio Aviasi Industri adalah cikal bakal tumbuhnya penerbangan swasta Indonesia. Di arsiteki oleh Mantan Presiden RI, Burhanudin Yusuf Habibi, Serta putranya Ilham Habibi PT. RAI membuat sebuah Pesawat kelas menengan Yaitu R80. Tentu R80 ini akan akan menjadi babak baru dunia penerbangan Indonesia. Selama ini Indonesia baru mampu menciptakan pesawat dengan kafasitas penumpang maksimal 20-50 penumpang maka R80 mampu mengangkut penumpang 80-100 penumpang.

” Saya sangat yakin, Kemajuan penerbangan Indonesia ada di tangan anda-anda semua, dengan ujung tombak ada pada R80″ demikian ungkap BJ. Habibi.

Ungkapan BJ Habibi bukan tanpa alasan, hanya baru selesai rancang bangun prototype dari R80 saja pesanan dalam negeri pesawat r80 sudah mulai berdatangan. Sampai saat tulisan ini di muat R80 sudah di pesan 50 unit. Semua pesanan dari maskapai dalam negeri.

Berikut adalah Data tekhnis R80 produksi PT. RAI:

  • Jumlah penumpang :80-95 penumpang+5 crew
  • Kecepatan Ekonomis :600 km /jam
  • Kecepatan maxsimal: 700 km/jam
  • Mesin penggerak: Turboproops 4600 shaf horse power
  • Berat maksimum saat take off beserta beban: 27.000kg
  • Berat kosongan: 16.000kg
  • maksimal ketinggian: 10 km
  • Daya jelajah dengan beban maksimal: 1200 km
  • Daya jelajah tanpa beban maksimal: 1600 km.

 

 

 

Tersimpan di Domestik Dengan label: , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*