Pesawat R80 hadiah psikologis untuk generasi di masa depan

Pesawat R80

R80 merupakan hadiah fsikologis untuk anak cucu bangsa indonesia

Pesawat R80 hadiah psikologis untuk generasi di masa depan. Rencana purwarupa dari pesawat baling-baling R80 terus di gaungkan oleh PT. RAI. Kurang mendapat dukungan dari pemerintah PT. Rai akhirnya melemparkan isue pembuatan peswat ini kepada masyarakat. Melalui situs kitabisa.com PT. RAI menggalang dana agar rencana uji terbang pesawat ini bisa tetap sesuai jadwal. Saat ini sudah lebih dari 1000 donatur memberikan donasinya untuk pengembangan R80 dengan jumlah nominalmencapai hampir 500 juta rupiah.

Pada kesempatan lain Habiebie Pendiri PT.RAI menanggapi penggalangan dana ini. “Pesawat R80 adalah hadiah untuk anak cucu kita di masa depan, Jika R80 bisa mengudara maka semangat anak cucu kita akan dirgantara akan terus membara, namun jika gagal mengudara maka sampai di sinilah sejarah dirgantara Indonesia”. Ucapan Habibi ini mengindikasikan bahwa Proyek R80 terganjal biaya produksi.

Artikel terkait: Nurtanio bapak dirgantar Indonesia




Sampai saat ini kita belum mengerti dukungan seperti apa yang di berikan pemerintah untuk PT. RAI dalam proyek R80. Secara akal sehat pihak RAI tinggal melakukan kredit terhadap bank pemerintah untuk pembiayaan R80. Atau bekerja sama dengan pihak maskapai nasional dan international. Apalagi pihak PT. RAI mengungkapkan bahwa beberapa maskapai penerbangan sudah tertarik dan akan memesan R80 untuk melengkapi armadanya. Ini mesti harus di tindak lanjuti oleh PT. RAI dengan membuat sebuah perjanjian kerja.

Penggalangan dana kemasyarakat memang tidak di larang dan ada bagusnyanya untuk mengetahui sejauhmana masyarakat kita antusi atau tidak terhadap tekhnologi dirgantara nasional. Namun PT. RAI juga tentu merupakan PT atau perusahaan yang berorientasi bisnis bukan perusahaan atau yayasan sosial. Jadi sebaiknya PT RAI harus menyelesaikan masalah pembiayaan ini secara mandiri tidak melibatkan masyarakat.

Mengenai opini bahwa R80 adalah hadiah untuk anak cucu bangsa Indonesia itu merupakan hadiah psikologis dan sedikit tekanan dari pihak PT.RAI. Seolah-olah jika R80 gagal mengudara maka masa depan bangsa untuk tekhnologi kedirgantaraan tertutup. Padahal kita masih Punya PT.DI yang juga terus mengembangan riset dan tekhnologinya di dunia penerbangan. Bahkan PT. DI sudah lebih teruji di banding PT. RAI.

Artikel berikutnya: Sejarah penerbangan Indonesia

 

 

Tersimpan di News Dengan label: , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*